HP di Flash Ulang data Apa saja yang hilang ?

Data apa yang hilang ketika HP DI flash – Smartphone android dengan berbagai tipe dan spesifikasinya bisa saja suatau saat mengalami kendala di sistem sehingga menyebabkan HP error seperti membuka aplikasi selalu gagal, menu yang tdak bisa dibuka, HP hanya tampil logo saja dan beberapa permasalahan lain yang disebabkan bukan karena dari sisi hardware (komponen) di dalamnya dan mengharuskan penggunanya untuk melakukan langkah flashing firmware.

Data apa yang hilang ketika HP DI flash

Flash HP atau sering orang menyebut install ulang sistem di HP android menjadi suatu kewajaran karena beberapa kendala di sistem. Secanggih apapun spesifikasi dari smartphone yang didalamnya berjalan sebuah sistem operasi maka bisa saja suatu saat terjadi problem dan harus dilakukan install ulang sistem.

Arti flashing di smartphone sendiri merupakan istilah untuk memasang ulang sistem operasi lama dengan yang masih fresh. Maksudnya, di dalam masa pemakaiannya sehari-hari sistem di smartphone bisa saja terjadi kerusakan seperti file corrupt, file hilang, file sistem asli termanipulasi dan lain sebagainya dan menyebabkan ponsel tidak bisa bekerja secara normal, oleh sebab itu dilakukanlah flashing yakni menghapus atau menimpa file sistem yang ada dengan file sistem yang baru, menambal yang kurang dan memperbaikinya.

Baca:   Menghapus Riwayat Pencarian di Facebook Privacy aman

Ada kekhawatiran pengguna smartphone ketika ingin melakukan flashing firmware seperti kehilangan data penting yang sudah tersimpan di ponsel. Walau pada kasus tertentu data bisa diselamatkan atau dilakukan backup terlebih dahulu ketika ingin melakukan flash ulang HP.

Data yang hilang di Proses Flashing HP

Untuk mengetahui data apa saja yang terpengaruh terhadap proses flash di HP android silahkan simak penjelasannya berikut ini :

1. Data kontak telepon

Lakukan backup kontak telepon yang letaknya di memori internal agar nantinya ketika proses flashing berlangsung data kontak yang ada bisa direstore kembali.

Di sistem android sendiri ada 3 opsi yang umumnya dipakai untuk menyimpan nomor kontak telepon yakni di kartu SIM (kartu selular), di penyimpanan telepon dan juga di akun yang terkait seperti akun google maupun akun lainnya.

Jadi bila data kontak telepon banyak tersimpan di memori internal (penyimpanan telepon) sebaiknya ekspor dahulu kontak ke kartu SIM, atau lebih aman menyimpannya di akun google atau akun yang terkait dengan merek ponsel anda.

Baca:   Apa Beda PTP dan MTP di Android Untuk transfer via kabel USB?

2. Data di galeri

File data yang ada di galeri ponsel juga akan terhapus karena proses flashing seperti file foto, file video dan music.

Namun bilamana anda sebelumnya menyimpan file di dalam memori eksternal seperti MicroSD maka data akan aman, yang terhapus hanyalah file yang tersimpan di memori internal ponsel saja.

3. Aplikasi

Semua aplikasi yang terpasang di ponsel juga akan hilang ketika proses flashing berlangsung, begitu juga data terkait yang ada di aplikasi juga akan terpengaruh alias terhapus.

Namun aplikasi yang letak file instalasinya berada di memori eksternal tidak akan terhapus dan ada kemungkinan beberapa aplikasi walaupun letak file pemasangan ada di memori eksternal bisa saja data akan mengalami masalah ketika dijalankan kembali setelah proses flashing berhasil dikarenakan ada beberapa data aplikasi yang tersimpan di memori internal dan tidak bisa dipindah ke eksternal memori.

4. Akun terhapus

Proses flashing ponsel juga akan menghapus semua akun yang ada di ponsel, seperti akun google, akun whatsApp, akun BBM dan akun-akun lain yang anda pasang.

Baca:   Cara Reset HP Advan agar kembali Seperti Baru Beli

Jadi yang perlu diperhatikan, pastian anda mengetahui username dan password untu login di masing-masing akun karena nantinya bila setelah proses flash dan anda memasang ulang berbagai akun yang ada pastinya harus login terlebih dahulu.

5. Pengaturan kembali ke defaultnya

Sudah umum dilakukan bagi pengguna ponsel melakukan berbagai pengaturan sistem sesuai selera masing-masing seperti setting kecerahan layar, setting volume, pengaturan nada dering dan lain sebagainya.

Namun ketika proses flashing berlangsung nantinya semua pengaturan yang telah anda lakukan akan hilang atau terhapus dan harus melakukan setting ulang seperti mempunyai ponsel yang baru beli.

Nah, itulah beberapa data yang bisa terhapus atau hilang ketika proses flash ponsel berlangsung, jadi bilamana ponsel masih bisa dioperasikan sebelum melakukan flash ulang sebaiknya backup dahulu beberapa file penting agar nantinya data bisa dikembalikan (restore). Semoga bermanfaat, baca juga beberapa artikel mearik lainnya seputar gadget dan teknologi hanya di kangeducation.com