Thursday, February 9, 2017

Cara mengatasi Warning of Google Play Developer policy violation: Action Required


Baru-baru ini pasti banyak para developer applikasi Android mendapat pesan yang terkesan menakutkan yaitu peringatan tentang Policy Violation. Dimana ada pesan di Inbox yang mempunyai head Pesan ' Warning of Google Play Developer policy violation: Action Required..'. Sebenarnya terjadi masalah apa dengan aplikasi yang bersangkutan sehingga muncul pesan tersebut ?, lalu apa yang sebaiknya dilakukan para developer agar pesan tersebut tidak muncul kembali di kotak inbok ?.

cara mengatasi policy violation app android

Seperti diketahui, para developer atau pembuat aplikasi android harus mematuhi segala peraturan yang telah ditetapkan pihak google. Semua aplikasi yang diunggah ke toko aplikasi atau Play Store harus mematuhi peraturan tanpa ada pengecualian.

Tidak seperti toko aplikasi lainnya, play store adalah pusat pengembang aplikasi populer dan terbanyak diantara toko aplikasi lainnya. Untuk memasukkan aplikasi ke playstore saja para developer diharuskan melakukan registrasi pertama berbayar sebesar 25 Dollar USD untuk seumur hidup alias sekali bayar untuk selamanya.

Tentunya bila ada salah satu saja aplikasi yang developer unggah tidak mematuhi aturan privacy policy maka bisa-bisa aplikasi yang sudah susah payah dibuat akan diremove oleh google. Terlebih lagi yang lebih parah apabila akun tersebut disuspend dan berdampak pada seluruh aplikasi yang dimiliki.

Kembali ke topik diatas, ketika para developer menerima warning alias surel peringatan yang intinya memberitahukan kalau ada aplikasi tertentu yang melanggar kebijakan privacy data pengguna pastinya harus ada tindakan lebih lanjut yang segera diatasi agar aplikasi dan akun kita di google developer aman.

Kebijakan privacy google developer bisa meliputi data pribadi pengguna, akses fitur yang menghandle user data misalnya phonebook, kamera, layanan lokasi, pembacaan penyimpanan data dan lain sebagainya. Semua kebijakan privasi harus dicantumkan di aplikasi atau di toko aplikasi agar orang lain yang ingin melakukan install tidak merasa dibohongi di kemudian hari.

Ketika developer membuat aplikasi tentu ada yang namanya manifest, biasanya para pembuat aplikasi menuliskan script permission access ke perangkat tertentu seperi access read contact, internet access, kamera akses, storage access dan lain sebagainya untuk menunjang kinerja aplikasi yang dia buat.

Disitulah sang developer terkadang lupa atau memang sengaja tidak memberitahukan kepada penggunanya kalau ada beberapa akses yang tergolong sensitif dan diharuskan masuk ke Policy privacy agar dibaca penggunanya. Hal tersebut harus dilakukan untuk memenuhi kebijakan google serta proses yang transparan para developer dan penggunanya.

Nah, sekarang saatnya untuk menjawab pertanyaan diatas ketika pembuat aplikasi menerima email yang berisikan warning ketidakpatuhan terhadap privacy policy yang google tetapkan.

Anda para developer tidak perlu khawatir melakukan tugas penyelesaian warning tersebut karena google sendiri telah mengarahkan dan memberikan panduan bagaimana mengatasi masalah tersebut. Dari beberapa forum yang sudah banyak menjadi diskusi hangat saat ini kebanyakan menyatakan kalau cukup dengan menghapus saja akses tertentu di list manifest aplikasi. Namun masalahnya, ketika salah satu akses privacy yang ada di manifest dihapus akan berdampak pada kinerja aplikasi yang bahkan tidak dapat dikompile menjadi apk.

Nah, sebenarnya menurut panduan yang ada di google support sudah cukup jelas yaitu membuat halaman privacy policy dan menautkannya di toko aplikasi (play store) dan juga di aplikasi yang bersangkutan. Namun bila aplikasi anda sudah terkompile dengan baik yang mana anda malas untuk membuat script privacy policy di dalam tubuh aplikasi maka bisa melakukan membuat halaman di halaman statis website dan menautkan url privacy policy tersebut ke dalam store listing google developer.

Selanjutnya, silahkan simak cara membuat privacy policy aplikasi sekaligus mengunggahnya di google developer berikut ini :

1. Syarat pertama anda harus mempunyai sebuah halaman web atau Blog, terserah anda bisa membeli hosting sendiri atau yang gratisan seperti Blogspot dna sebagainya.

2. Setelah situs atau blog anda siapkan, saatnya mempuat kalimat-kalimat privacy policy aplikasi. untuk yang gratisan dan tidak perlu mengarang kalimat yang sulit, serahkan saja pada situs penyedia pembuatan halaman privacy policy secara Online seperti freeprivacypolicy.com dan selainnya.

3. setelah halaman privacy policy terbuat dan tertempel di halaman statis situs anda dan mengyalin alamat URL halaman tersebut maka saatnya masuk ke halaman developer console.

4. Masuk ke akun developer consol google play milik anda, kemudian masuk ke salah satu aplikasi yang anda buat privacy policy-nya tadi.

5. setelah itu masuk ke menu store listing atau cantuman store.

cara membuat privacy policy di google developer

6. Disana paling bawah akan ada kotak isian URL privacy policy yang tidak anda isi dan mencentang opsi 'Not Submitting Privacy Policy URL at this time', disitu juga ada peringatan tentang access apa saja yang menyalahi aturan. Hilangkan centang tersebut dan tempelkan Url halaman policy yang telah anda buat tadi.

7. setelah itu, tekan saja tombol submit update dan dalam hitungan menit aplikasi anda di playstore akan ada link prvacy policy yang telah anda buat (lihat contoh).

Dengan adanya halaman privacy policy di aplikasi playstore nantinya pengguna yang ingin melakukan install bisa membaca apa saja yang ada di disclaimer tersebut, begitu juga anda sebagai developer sudah terhindar dari kesalahan dan pelanggaran privacy di playstore.

2 komentar

kang mau tanya, kalo akun di tangguhkan apa akun developernya masih bisa pulih? kalo gak apa yang harus diperbuat? apa beli daftar lagi? trims

kalau akun mash dalam tahap ditangguhkan masih bisa pulih dalam masa penagguhan sektar 1 bulan... bila ditolak dan dibanned maka harus beli lagi dan membuat nama developer baru di akunnya..serta memperbarui semua kode program yang ada di aplikasi bila harus diunggah kembali


Emoticon Emoticon